Universitas Gadjah Mada Kanal Pengetahuan Fakultas Biologi
  • Home
  • Kuliah Tamu

Ikan Sidat: Komoditas Menjanjikan dan Upaya Konservasi

  • Kuliah Tamu
  • 4 September 2017, 14.52
  • By : Admin

Di Indonesia, ikan sidat mungkin masih terdengar asing dibandingkan sumberdaya perikanan lainnya. Namun, di negeri matahari terbit, Jepang, sidat merupakan salah satu ikan yang mewah karena harga belinya yang tinggi. Hal ini bukan karena tanpa alasan, kandungan nutrisi, seperti vitamin dan protein, dari ikan sidat yang relatif lebih tinggi dibandingkan ikan dan daging lainnya menjadikan ikan ini sebagai komoditas yang di incar.

Permintaan pasar yang tinggi akan sidat menyebabkan jumlah tangkapan ikan sidat di jepang dan di eropa menurun seiring berjalannya waktu.  “Penyebab berkurangnya ikan sidat di alam antara lain adalah penangkapan ikan berlebih, polusi, perubahan kondisi laut, penyakit, kerusakan habitat dan konstruksi bendungan yang menghampat proses migrasi ikan ini”, papar Dr. Noritaka Michioka di Ruang Sidang Bawah Fakultas Biologi UGM pada hari jumat (19/5).

Hal ini memotivasinya untuk melakukan penelitian untuk mendukung konservasi dan perbanyakan ikan sidat tanpa bergantung tangkapan sidat di alam. Dalam kuliah umum yang disampaikan oleh peneliti dari Laboratorium Biologi Perikanan, Fakultas Pertanian, Universitas Kyushu, Jepang ini, beliau menyampaikan bahwa beberapa spesies ikan sidat berada dalam daftar merah IUCN sebagai spesies yang terancam. Beliau juga menambahkan peran dari biologi, “Satu-satunya jalan untuk mengatasi permasalahan ini adalah dengan melakukan survey area pemijahan dan melakukan produksi ikan sidat”.

Dr. Michioka juga telah melakukan ekspedisi sejak 1991 untuk mengetahui lokasi pasti dari area pemijahan ikan sidat guna mengetahui karakter dari habitat ikan ini. Melalui ekspedisi panjang yang dipenuhi kegagalan, Dr. Michioka akhirnya berhasil menjadi penemu ikan sidat dewasa di laut lepas untuk pertama kalinya di dunia. Ikan sidat ternyata melakukan pemijahan di kawasan pulau Mariana, tepatnya di gunung bawah laut disekitarnya.

Di akhir kuliah umumnya, beliau berharap untuk dapat menjajaki kerjasama riset terkait ikan sidat di Indonesia dengan UGM karena Indonesia memiliki banyak jenis ikan sidat namun ukuran populasinya yang lebih kecil dibandingkan dengan ikan sidat yang berada di kawasan beriklim sedang.

Tags: Akuakultur Konservasi Sidat

Leave A Comment Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Related Posts

Dekan College of Science ANU Sampaikan Kuliah Tamu Tentang Drug Resistance di Fakultas Biologi UGM

Kuliah Tamu Monday, 1 October 2018

Obat-obatan, antibiotik dan resitensi merupakan hal yang sangat umum di dunia farmasetikal. Hal ini berkaitan dengan kemampuan mikroorganisme dalam beradaptasi setelah terpapar antibiotik atau obat-obatan dalam dosis yang non-letal.

Penutupan Biophoria #8 dimeriahkan oleh The Dean 1621, VOC, Saxx Jogja dan Illona and The Soul Project

Berita MahasiswaMinat dan Kreativitas Mahasiswa Thursday, 28 September 2017

Biophoria jilid 8 merupakan salah satu program kerja dari Departemen Minat dan Bakat, Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Biologi UGM yang bertujuan untuk meningkatkan dan mengembangkan kembali minat dan bakat mahasiswa Fakultas Biologi UGM, khususnya di […].

Anomali Iklim dan Ancaman Ketahanan Pangan

Menara Ilmu Monday, 4 September 2017

Menanggapi artikel Rudi Wahyono di Jawa Pos pada 7 Maret 2017, ada beberapa hal menarik yang penting untuk digarisbawahi. Pertama-tama, fenomena anomali iklim La Nina memang harus dilihat sebagai bagian dari rangkaian El Nino–Southern Oscillation (ENSO) dan bukan berdiri sendiri.

Perpaduan Masyarakat dan Akademisi dalam konservasi anggrek berbasis ESD di Dusun Banyunganti, Desa Jatimulyo, Kec. Girimulyo, Kulon Progo, D.I Yogyakarta

Education for Sustainable Development Monday, 4 September 2017

Anggrek adalah tanaman hias yang sangat diminati oleh masyarakat dan memiliki nilai ekonomi tinggi, akan tetapi belum banyak yang dapat membudidayakanya. Hal inilah yang medorong Tim dosen dan mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) khususnya Fakultas […].
Universitas Gadjah Mada

© Universitas Gajah Mada